VIDIO OK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Loading...

Minggu, 18 Maret 2012

Proposal Evaluasi Proses Pembelajaran


PROPOSAL
EVALUASI PROSES PENAMBAHAB JAM PELAJARAN 
DI SMP BOPKRI GODEAN
Disusun untuk melengkapi salah satu tugas mata kuliah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar
Dosen pengampu: Dra.MM Endang Susetiyawati, M.Pd.


Disusun oleh:
Nama : JURYANTI
MPM : 09144100041
Kelas : 5A
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
TAHUN 2010/201
KATA PENGANTAR
  
Alhamdulillahirabbil‘alamin, tiada kata lain yang patut untuk kami ungkapkan selain ucapan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan, kesehatan dan kemampuan kepada kami sehingga tugas proposal ini dapat selesai dengan baik dan tepat pada waktunya.
Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada baginda Muhammad SAW, para sahabat dan seluruh keluarga beliau sertra para pengikut beliau hingga akhir zaman.
Selama penyusunan makalah ini, penulis telah mendapat bantuan dari berbagai pihak, terutama dari Dra.MM Endang Susetiyawati, M.Pd. selaku dosen pengasuh mata kuliah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar. Serta ucapan terima kasih juga penulis persembahkan kepada semua pihak yang baik secara langsung ataupun tidak langsung ikut terlibat dalam penyelesaian proposal ini.
Akhirnya, mohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekhilafan.kami mohon saran dan kritik yang sifatnya membangun guna lebih menyempurnakan proposal kami selanjutnya.


Yogyakarta, 04 November 2011 

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........................................................................................i
DAFTAR ISI........................................................................................................ii
BAB I : PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang .................................................................................1
B.     Tujuan Evaluasi.................................................................................1
C.     Sasaran Evaluasi................................................................................2
D.    Rumusan Masalah..............................................................................2
BAB II : PEMBAHASAN
A.    Landasan Teori...................................................................................3
1.      Program Penambahan Jam Pelajaran............................................3
2.      Model CIPP..................................................................................4
B.     Desain Evaluasi Proses Pembelajaran.................................................9
C.     Instrumen Penilaian............................................................................11
1.      Lembar Observasi.........................................................................11
2.      Angket..........................................................................................13
BAB III : PENUTUP
A.    Kesimpulan........................................................................................15
B.     Saran..................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................16



BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Secara formal, pendidikan diselengarakan disekolah. Hal itu sering  dikenal dengan pengajaran dimana proses belajar mengajar yang melibatkan banyak faktor baik pengajar, pelajar, bahan/materi, fasilitas maupun lingkungan. Karena banyaknya hambatan dalam proses belajar mengajar pada saat jam efektif, maka sekolah mengadaan program penambahan jam pelajaran, begitu juga yang di lakukan SMP POBKRI GODEAN. Terutama untuk siswa-siswa kelas IX.
Program penambahan jam pelajaran dilaksanakan tidak hanya untuk kesenangan atau bersifat mekanis saja tetapi mempunyai misi atau tujuan bersama. Misi dan tujuan diadakan program penambahan jam belajar di SMP POBKRI GODEAN terutama untuk kelas IX yaitu:
·         Untuk mempersiapkan siswa menghadapi UN.
·         Untuk menambah wawasan siswa terhadap materi pelajaran yang akan di UN-kan.
·         Untuk melatih siswa dalam memecahkan masalah-masalah.
·         Untuk menekan angka ketidak lulusan saat mengikuti UN.


B.   Tujuan Evaluasi
Evaluasi proses untuk mengetahui terlaksananya Program Penambahan Jam Pelajaran secara efektif dalam persiapan UN di SMP BOPKRI GODEAN.
1.      Menilai secara nyata , terlaksananya Program Penambahan Jam Pelajaran secara efektif dalam persiapan UN dengan tujuan, situasi dan kondisi kegiatan pembelajaran  di SMP BOPKRI GODEAN .
2.      Menilai secara input, kesiapan Siswa dan pengajar sudah siap untuk melaksanakan program tersebut , serta kesiapan fasilitas dan institusi pendukung pelaksanaan Program Penambahan Jam Pelajaran.
3.      Menilai secara process, konsistensi implementasi proses pembelajaran sesuai dengan program penambahan jam pejaran
4.      Menilai secara product, pencapaian sasaran yang diajukan dalam proposal proses pembelajaran dalam program penambahan jam pelajaran.


C.   Sasaran Evaluasi
Sasaran dari evaluasi proses penambahan jam pelajaran ini adalah siswa kelas IX  dan guru SMP BOPKRI GODEAN.

D.   Rumusan Masalah
Untuk mengetahui terlaksananya program penambahan jam pelajaran di SMP BOPKRI GODEAN secara efektif, serta strategi yang digunakan pada program penambahan jam pelajaran ini.




BAB II
PEMBAHASAN
A.   Landasan Teori
1.     Program Penambahan Jam Pelajaran.
                                   
Program penambahan jam pelajaran adalah program yang dilakukan untuk menambah pengetahuan siswa berdasarkan kebijakan sekolah. Program penambahan jam pelajaran ini dilaksanakan pada siang hari setelah KBM selesai. Mata pelajaran yang ditambahkan yaitu semua mata pelajaran yang akan diujikan dalam Ujian Nasional. Diharapkan penambahan jam pelajaran ini dapat meningkatkan prestasi peserta didik dalam belajar dengan memberikan kualitas pembelajaran yang lebih sesuai. Serta membantu dan memberikan perhatian yang khusus bagi peserta didik yang lambat agar menguasai standar kompetensi maupun kompetensi dasar serta memberi program pengayaan bagi peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar lebih awal.
penambahan jam belajar itu dilakukan empat kali dalam seminggu dan dilakukan di luar jam belajar regular. Persiapan menghadapi UN memang sengaja lakukan jauh-jauh hari. Hal ini supaya siswa memiliki persiapan yang cukup, sehingga bisa mengerjakan soal yang keluar pada UN nanti.
Materi-materi yang diberikan pada pelajaran tambahan tersebut yaitu contoh soal-soal UN tahun lalu dan beberapa materi yang dibuat guru sesuai dengan kisi-kisi. Dengan adanya persiapan yang dilakukan sejak dini, diharapkan siswa tidak terbebani dengan UN, sehingga secara psikologis siswa tidak memiliki rasa ketakutan untuk menghadapinya. Selain itu, guru juga menganjurkan kepada siswa agar bisa mencari latihan-latihan soal dari internet. Karena dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, siswa bisa mendapat tambahan ilmu pengetahuan tidak hanya di bangku sekolah saja.

2.     Model  CIPP
Dalam mengevaluasi program penambahan jam pelajaran penulis memilih model CIPP. Model CIPP adalah model evaluasi yang memandang program yang dievaluasi sebagai sebuah sistem. Model evaluasi CIPP dalam pelaksanaannya lebih banyak digunakan oleh para evaluator, hal ini dikarenakan model evaluasi ini lebih komprehensif jika dibandingkan dengan model evaluasi lainnya. Model evaluasi ini dikembangkan oleh Daniel Stuffleabem, dkk (1967) di Ohio State University. Model evaluasi ini pada awalnya digunakan untuk mengevaluasi ESEA (the Elementary and Secondary Education Act).   CIPP merupakan singkatan dari :
Context Evaluation : Evaluasi terhadap konteks
Input Evaluation     : Evaluasi terhadap masukan
Process Evaluation : Evaluasi terhadap proses
Product Evaluation : Evaluasi terhadap hasil
Keempat kata yang disebutkan dalam singkatan CIPP merupakan sasaran evaluasi, yang tidak lain adalah komponen dari proses sebuah program kegiatan.
Model CIPP berorientasi pada suatu keputusan (a decision oriented evaluation approach structured). Tujuannya adalah untuk membantu administrator (kepala sekolah dan guru) didalam membuat keputusan. Menurut Stufflebeam, (1993 : 118) dalam Eko Putro Widoyoko mengungkapkan bahwa, “ the CIPP approach is based on the view that the most important purpose of evaluation is not to prove but improve.” Konsep tersebut ditawarkan oleh Stufflebeam dengan pandangan bahwa tujuan penting evaluasi adalah bukan membuktikan, tetapi untuk memperbaiki.
Berikut ini akan di bahas komponen atau dimensi model CIPP yang meliputi, context, input, process, product.
a.       Context Evaluation (Evaluasi Konteks)
Stufflebeam (1983 : 128) dalam Hamid Hasan menyebutkan, tujuan evaluasi konteks yang utama adalah untuk mengetahui kekutan dan kelemahan yang dimilki evaluan. Dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan ini, evaluator akan dapat memberikan arah perbaikan yang diperlukan. Suharsimi Arikunto dan Cepi Safrudin menjelaskan bahwa, evaluasi konteks adalah upaya untuk menggambarkan dan merinci lingkungan kebutuhan yang tidak terpenuhi, populasi dan sampel yang dilayani, dan tujuan proyek. Dalam hal ini suharsimi memberikan contoh evaluasi program makanan tambahan anak sekolah (PMTAS) dalam pengajuan pertanyaan evaluasi sebagai berikut :
a) Kebutuhan apa saja yang belum terpenuhi oleh program, misalnya jenis makanan dan siswa yang belum menerima ?
b) Tujuan pengembngan apakah yang belum tercapai oleh program, misalnya peningkatan kesehatan dan prestasi siswa karena adanya makanan tambahan ?
c) Tujuan pengembangan apakah yang dapat membantu mnegembangkan masyarakat, misalnya kesadaran orang tua untuk memberikan makanan bergizi kepada anak-anaknya ?
d) Tujuan-tujuan manakah yang paling mudah dicapai, misalnya pemerataan makanan, ketepatan penyediaan makanan ?
b.  Input Evaluation (Evaluasi Masukan)
Tahap kedu dari model CIPP adalah evaluasi input, atau evaluasi masukan. Menurut Eko Putro Widoyoko, evaluasi masukan membantu mengatur keputusan, menentukan sumber-sumber yang ada, alternative apa yang diambil, apa rencana dan strategi untuk mencapai tujuan, dan bagaimana prosedur kerja untuk mencapainya. Komponen evaluasi masukan meliputi : 1) Sumber daya manusia, 2) Sarana dan peralatan pendukung, 3) Dana atau anggaran, dan 4) Berbagai prosedur dan aturan yang diperlukan. Dalam hal ini pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan pada tahap evaluasi masukan ini adalah :
a) Apakah makanan yang diberikan kepada siswa berdampak jelas pada perkembangan siswa ?
b) Berapa orang siswa yang menerima dengan senang hati atas makanan tambahan itu ?
c) Bagaimana reaksi siswa terhadap pelajaran setelah menerima makanan tambahan?
 d) Seberapa tinggi kenaikan nilai siswa setelah menerima makanan tambahan ?
Menurut Stufflebeam sebagaimana yang dikutip Suharsimi Arikunto, mengungkapkan bahwa pertanyaan yang berkenaan dengan masukan mengarah pada pemecahan masalah yang mendorong diselenggarakannya program yang bersangkutan.
C . Process Evaluation (Evaluasi Proses)
Worthen & Sanders (1981 : 137) dalam Eko Putro Widoyoko menjelaskan bahwa, evaluasi proses menekankan pada tiga tujuan : “ 1) do detect or predict in procedural design or its implementation during implementation stage, 2) to provide information for programmed decision, and 3) to maintain a record of the procedure as it occurs “.
Evaluasi proses digunakan untuk menditeksi atau memprediksi rancangan prosedur atau rancangan implementasi selama tahap implementasi, menyediakan informasi untuk keputusan program dan sebagai rekaman atau arsip prosedur yang telah terjadi. Evaluasi proses meliputi koleksi data penilaian yang telah ditentukan dan diterapkan dalam praktik pelaksanaan program.
Pada dasarnya evaluasi proses untuk mengetahui sampai sejauh mana rencana telah diterapkan dan komponen apa yang perlu diperbaiki. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto, evaluasi proses dalam model CIPP menunjuk pada “apa” (what) kegiatan yang dilakukan dalam program, “siapa” (who) orang yang ditunjuk sebagai penanggung jawab program, “kapan” (when) kegiatan akan selesai. Dalam model CIPP, evaluasi proses diarahkan pada seberapa jauh kegiatan yang dilaksanakan didalam program sudah terlaksana sesuai dengan rencana. Oleh Stufflebeam diusulkan pertanyaan-pertanyaan untuk proses sebagai berikut :
a) Apakah pelaksanaan program sesuai dengan jadwal ?
b) Apakah staf yang terlibat didalam pelaksanaan program akan sanggung menangani kegiatan selama program berlangsung dan kemungkinan jika dilanjutkan ?
c) Apakah sarana dan prasarana yang disediakan dimanfaatkan secara maksimal ?
d) Hambatan-hambatan apa saja yang dijumpai selama pelaksanaan program dan kemungkinan jika program dilanjutkan ?
d. Product Evaluation (Evaluasi Produk/Hasil)
Sax (1980 : 598) dalam Eko Putro Widoyoko memberikan pengertian evaluasi produk/hasil adalah “ to allow to project director (or techer) to make decision of program “. Dari evaluasi proses diharapkan dapat membantu pimpinan proyek atau guru untuk membuat keputusan yang berkenaan dengan kelanjutan, akhir, maupun modifikasi program. Sementara menurut Farida Yusuf Tayibnapis (2000 : 14) dalam Eko Putro Widoyoko menerangkan, evaluasi produk untuk membantu membuat keputusan selanjutnya, baik mengenai hasil yang telah dicapai maupun apa yang dilakukan setelah program itu berjalan.
Dari pendapat diatas maka dapat ditarik kesimpuan bahwa, evaluasi produk merupakan penilaian yang dilakukan guna untuk melihat ketercapaian/ keberhasilan suatu program dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Pada tahap evaluasi inilah seorang evaluator dapat menentukan atau memberikan rekomendasi kepada evaluan apakah suatu program dapat dilanjutkan, dikembangkan/modifikasi, atau bahkan dihentikan. Pada tahap evaluasi ini diajukan pertanyaan evaluasi sebagai berikut :
a) Apakah tujuan-tujuan yang ditetapkan sudah tercapai ?
b) Pernyataan-pernyataan apakah yang mungkin dirumuskan berkaitan antara rincian proses dengan pencapaian tujuan ?
c) Dalam hal apakah berbagai kebutuhan siswa sudah dapat dipenuhi selama proses pemberian makanan tambahan (misalnya variasi makanan, banyaknya ukuran makanan, dan ketepatan waktu pemberian) ?
d) Apakah dampak yang diperoleh siswa dalam waktu yang relatif panjang dengan adanya program makanan tambahan ini ?
Kelebihan dan Kekurangan Model Evaluasi CIPP
Menurut Eko Putro Widoyoko model evaluasi CIPP lebih komprehensif diantara model evaluasi lainnya, karena objek evaluasi tidak hanya pada hasil semata tetapi juga mencakup konteks, masukan, proses, dan hasil. Selain kelebihan tersebut, di satu sisi model evaluasi ini juga memiliki keterbatasan, antara lain penerapan model ini dalam bidang program pembelajaran dikelas mempunyai tingkat keterlaksanaan yang kurang tinggi jika tidak adanya modifikasi.





B.   Desain Evaluasi Proses Pembelajaran
No
Informasi yang dibutuhkan
Indikator
Sumber Data
Alat
Keterangan
1.
Mengetahui keefektifan strategi pembelajaran yang dipilih dan pergunakan oleh guru.
·  Kompetensi dasar tercapai sesui dengan KKM.
·  Keterlaksanaan strategi pembelajaran.
·   Guru


·   Siswa



·   Kepala sekolah
·   Staf akademik

·   Orang tua
· Observasi, diskusi, wawancara.
· Dokumen nilai, angket.


· Wawancara, diskusi.
· Wawancara, diskusi

· Angket
·  Keterlaksanaan pembelajaran.

·  Sikap siswa, tanggapan siswa terhadap strategi yang diterapkan.
·  Kelancaran strategi yang diterapkan.
·  Tanggapan terhadap trategi yang diterapkan.
·  Tanggapan tentang strategi yang diterapkan
2.
Mengetahui persiapan guru dan siswa dalam mengikuti proses penambahan jam pelajaran.
·  Kesiapan guru dalam proses penambahan jam pelajaran.
·  Kesiapan siswa dalam proses penambahan jam pelajaran.

·  Guru


·  Siswa
·  Observasi, wawancara, diskusi.
·  Observasi, dokumen.
·  Aktivitas guru, ketepatan materi.

·  Aktivitas siswa, hasil pembelajaran.
3.
Mengetahui hubungan proses belajar mengajar dengan program penambahan jam pelajaran.
·  Kesesuaian antara RPP dengan proses belajar.
·  Kesesuaian antara  materi yang diajarkan dengan RPP.
·  Kesesuian antara media pembelajaran dengan kompetensi.
·  Pengelolahan kelas.
·   Kesesuian antara strategi dengan RPP.
·  Kesesuaian antara strategi dengan kompetensi.
·  Guru




·  Siswa


·  Kepala sekolah


·  Staf akademik

·  Orang tua
·   Dokumen, wawancara, diskusi, observasi.

·   Observasi, angket.

·   Wawancara, diskusi.


·   Wawancara, diskusi.

·   Angket
·  Terlaksananya proses belajar mengajar dan sesuai dengan komponen pembelajaran.
·  Tanggapan tentang terlaksananya proses belajar mengajar.
·  Kelancaran penggunaan/penerapan komponen pembelajaran.
·  Tanggapan tentang terlaksananya proses belajar mengajar.
·  Tanggapan tentang terlaksananya proses belajar mengajar.




C.   Instrumen Penilaian
1.     Lembar Observasi

Observasi merupakan suatu pengamatan langsung terhadap siswa dengan memperhatikan tingkah lakuya. Secara umum observasi adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan (data) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan.
Contoh lembar observasi yaitu:
Petunjuk :
a.     Amati aktivitas guru di kelas dalam melaksanakan proses pembelajaran!
b.    Tuliskanlah hasil pengamatan pada tempat yang telah disediakan !

No
Aspek yang diamati
Deskripsi Hasil Pengamatan
A
Perangkat Pembelajaran


1. Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran
.
2. Silabus

3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

B
Proses Pembelajaran


1. Membuka pelajaran

2. Penyajian materi

3. Metode pembelajaran

4. Penggunaan bahasa

5. Penggunaan waktu

6. Cara memotivasi siswa

7. Teknik penguasaan kelas

8. Penggunaan media

9. Bentuk dan cara evaluasi

10. Menutup pelajaran

C
Perilaku siswa


1. Perilaku siswa di dalam kelas

2. Perilaku siswa di luar kelas


2.     Angket
Pada dasarnya angket adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan diukur (responden). Pada umumnya tujuan penggunaan anngket atau kuesioner dalam proses pembelajaran terutama adalah untuk memperoleh data mengenai latar belakang peserta didik sebagai salah satu bahan dalam menganalisis tingkah laku dan proses belajar mereka.
Angket sebagai alat penilaian nontes dapat dilaksanakan secara langsung maupun secara tidak langsung. Dilaksanakan secara langsung apabila angket itu diberikan kepada anak yang dinilai atau dimintai keterangan sedangkan dilaksanakan secara tidak langsung apabila nagket itu diberikan kepada orang untuk dimintai keterangan tentang keadaan orang lain. Misalnya diberikan kepada orangtuanya, atau diberikan kepada temannya.
Contoh lembar angket untuk siswa, yaitu:
Petujuk :
a.       Amati aktivitas guru di kelas dalam melaksanakan proses dan interaksi belajar-mengajar!
b.      Tuliskanlah tanda cek pada kolom K (kurang), C (cukup), B (baik), AB (amat baik) sesuai keadaan yang anda amati!

No
INDIKATOR
K
C
B
AB
1
Guru membuka pelajaran




2
Guru mengabsen /menyebut nama




3
Guru mengevaluasi materi pelajaran dan pertemuan sebelumnya




4
Suara guru jelas




5
Guru memakai media




6
Guru memakai alat peraga




7
Guru sering bertanya kepada siswa




8
Pertanyaan guru diajukan ke perorangan




9
Pertanyaan guru diajukan kepada kelas




11
Guru memberikan tugas rumah




12
Sikap guru serius




13
Sikap guru santai




14
Guru menulis di papan tulis




16
Guru sering berjalan ke belakang, ke samping dan ke tengah




17
Guru membuat rangkuman pelajaran




18
Kejelasan guru dalam menjelaskan suatu materi




19
Penguasaan materi guru




20
Tingkat pemahaman yang diperoleh dalam mengikuti pembelajaran




21
Variasi dalam pembelajaran




22
Waktu yang digunakan guru optimal












BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan   

Dalam mengevaluasi proses penambahan jam pelajaran di SMP BOPKRI GODEAN penulis menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan oleh Daniel Stufflebeam. Model CIPP adalah model evaluasi yang memandang program yang dievaluasi sebagai sebuah sistem.
Dalam evaluasi proses penambahan jam pelajaran di SMP BOPKRI GODEAN penulis mengamati strategi yang digunakan, serta kesesuian kurikulum, silabus dan RPP pada proses penambahan jam pelajaran tersebut.


B.Saran

Untuk meningkatkan mutu proposal evaluasi proses penambahan jam pelajaran di SMP BOPKRI GODEAN ini penulis meminta saran dan kritik para pembaca. Supaya penyusunan proposal ini terlaksana dengan baik.




DAFTAR PUSTAKA

1.      Eko Putro Widoyoko, Evaluasi Program Pembelajaran : Panduan Praktis Bagi Pendidik dan Calon Pendidik, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2009)
2.      Suharsimi Arikunto dan Cepi Safrudin, Evaluasi Program Pendidikan : Pedoman Teoritis Praktis Bagi Mahasiswa dan Praktisi Pendidikan, cetakan ketiga, (Jakarta : Bumi Aksara, 2009)
3.      Zaenal Arifin, Evaluasi Pembelajaran : Prinsip, Teknik, dan Prosedur, (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2009)
4.      Hamid Hasan, Evaluasi Kurikulum, cetakan kedua, (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2009)





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar